DLHK Banten Ungkap Biang Kerok Bikin Air di Sungai Ciujung Menghitam
Waktu:2026-07-30 08:27:10 Sumber:HiburanDibaca (143)

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten telah memeriksa air di Sungai Ciujung, Kabupaten Serang, yang diduga tercemar dan berwarna hitam. DLHK Banten mengungkap terjadi pencemaran yang bersumber dari limbah domestik serta aktivitas perusahaan.
Kepala DLHK Provinsi Banten, Wawan Gunawan, mengatakan sebagian besar limbah di Sungai Ciujung berasal dari limbah domestik, baik dari rumah tangga maupun pedagang kecil.
"Hasil uji kita di lab, itu memang ada kebanyakan BOD COD -nya. BOD COD itu adalah limbah domestik. Bisa dari masyarakat, bisa dari UMKM, misal orang yang jualan dibuang ke kali, ke drainase, hingga mengalir," kata Wawan Gunawan dalam keterangan kepada wartawan, Kamis .
DLHK Banten juga telah memeriksa dua perusahaan besar di aliran Sungai Ciujung, yaitu PT Indah Kiat dan PT Cipta Paperia. Hasilnya, PT Cipta Paperia diduga membuang limbah ke Sungai Ciujung.
"Kita ke lapangan langsung. Hasilnya ya memang ada limbah yang dibuang," kata Wawan.
Terkait sanksi terhadap PT Cipta Paperia, Wawan menjelaskan bahwa hal tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Serang karena berkaitan dengan wewenang izin perusahaan.
"Nah, karena PT Paperia ini menjadi kewenangan kabupaten/kota, sehingga sanksinya nanti ada di kabupaten/kota," katanya.
Menurut Wawan, perusahaan tersebut sering melanggar dan membuang limbah ke sungai. Pihaknya mengaku telah beberapa kali menemukan pelanggaran serupa.
"Sementara ini yang PT itu yang selalu bermasalah," katanya.
Dia juga menyebut fenomena air Sungai Ciujung yang sering menghitam saat musim kemarau terjadi salah satunya karena debit air yang berkurang.
"Kenapa sekarang Sungai Ciujung mungkin hitam. Karena situasi El Nino panas begini. Air dari hulunya itu kan dari Waduk Karian masuk ke Pamarayan. Dari Waduk Karian itu hanya dialirkan debitnya di musim kemarau itu hanya sedikit. Nol koma sekianlah yang mengalir nanti dari Pamarayan, dikeluarkannya hanya sedikit," ujarnya.
Lihat juga Video: Penampakan Sungai Ciujung Serang yang Kini Menghitam, Ikan-ikan Mati
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Asa Warga Tanimbar di Balik Proyek Blok Masela Rp 300 Triliun, Harapan Tak Sekadar Cerita
Selanjutnya: Dana Asing hingga MSCI Jadi Penentu Arah IHSG di Semester II-2026
Mungkin Anda suka
- China Kurangi Impor Minyak Timur Tengah, Pasar Global Bergeser
- Tak Cuma Himpun Dana, Buyback Kini Jadi Kunci Crowdfunding
- Arus Peti Kemas IPC TPK Naik 7 Persen pada Semester I 2026, Tembus 1,82 Juta TEUs
- Jelang Muktamar NU, Cak Imin: Semua Ingin Perbaikan, Mutlak Pembaruan
- Pasokan Air PAM Berpotensi Mati di 7 Kelurahan Jakbar Mulai 17 Juli
- Konser Akbar Monas Berpotensi Picu Macet, Simak Jalur Alternatifnya
- Tampang Maling Sadis Pembunuh Driver Ojol Saat Tidur di Tangerang
- Promo FamilyMart 17-19 Juli 2026, Pepaya California Cuma Rp 1.990 Per 100 Gram
- Konser Akbar Monas Sediakan 8 Kantong Parkir, Tampung 5.020 Kendaraan