Istri Kenang Serda Hengki sebagai Sosok Sederhana, Selalu Mengajarkan Kemandirian
Waktu:2026-07-30 08:29:20 Sumber:KesehatanDibaca (143)

Kebiasaan tersebut menjadi salah satu kenangan yang paling membekas di benak Fitria. Setiap pagi sebelum berangkat bekerja, Fitria beserta suaminya selalu menyempatkan diri sarapan bersama.
"Pagi itu saya masih duduk bersama, makan, masih saya ambilkan takaran nasi sesuai takarannya," kenang Fitria.
Namun, kini rutinitas sederhana itu tinggal kenangan, setelah Serda Hengki gugur dalam insiden ledakan di Gupusmu, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Perhatian pada keluarga
Selain sederhana, Serda Hengki juga dikenal sebagai sosok suami yang selalu memperhatikan keluarganya. Bahkan, pada pagi terakhir sebelum berangkat dinas, ia masih mengurus seluruh keperluan perjalanan sang istri yang hendak bertugas ke Solo.
"Pagi itu (Serda Hengki) mau booking-kan tiket saya ke Solo, ya ada acara kerja," papar Fitria.
"Iya, (tiket) kereta sama tempat istirahat. Kan berdua saya sama teman. Tapi karena saking gemati-nya bapak (saking perhatiannya), semuanya diurusin. Pokoknya saya diurusin, dicarikan yang terbaik. Pokoknya saya terima beres," sambungnya.
Sementara sebelum terjadi ledakan di Gupusmu Madiun, Serda Hengki masih sempat mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp ke Fitria.
"Tapi wallahu a'lam, pagi mungkin setelah apel atau apa tidak tahu (Serda Hengki) WA, saya balas jam 09.00 WIB sudah tidak bisa," jelasnya.
Ajarkan Mandiri
Di mata Fitria, Serda Hengki bukan hanya suami yang bertanggung jawab, tetapi juga sosok yang selalu mengajarkan kemandirian kepada keluarga.
"Semua berkesan, cuma beliau selalu mengajarkan saya harus bisa apa-apa sendiri, harus mandiri, karena bagaimanapun ya kita akan semuanya sendiri, berdiri sendiri," terangnya.
Pesan itu terus diulang Serda Hengki kepada istrinya, termasuk agar anak-anak mereka kelak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
Selain itu, Serda Hengki juga selalu menempatkan ibadah sebagai prioritas dalam kehidupan keluarga.
"Bapak bertanggung jawab, mampu mengarahkan ini, mampu mengarahkan ke ibadah. Pokoknya salat nomor satu," tutup Fitria.
Diberitakan sebelumnya, ledakan dahsyat terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan Serda Hengki Noto Susanto gugur saat bertugas, sementara enam prajurit lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di RSUD Caruban.
Sebelumnya: Belanja di Jepang Berubah Mulai November, Refund Pajak Dilakukan di Bandara
Selanjutnya: Pimpinan BGN Agustina Cerita Canda Prabowo soal Rambut yang Memutih
Mungkin Anda suka
- Promo JSM Alfamart 17-19 Juli 2026, Minyak Goreng Sunco 2L Rp 43.900
- Polisi Olah TKP MAN 3 Padang Usai Siswa Bawa Bom hingga Meledak
- Praperadilan Dikabulkan, Status Tersangka Piche Kota di Kasus Pemerkosaan Gugur
- Pembayaran Gaji PPPK Paruh Waktu Pemkot Pangkalpinang Wajib Lampirkan Pelunasan Pajak Kendaraan
- Liga Aspal Menteng, Anak-anak Dilatih Kekompakan Hingga Fair Dalam Bertanding
- Tips Pakai Hijab dan Baju Bermotif, Tetap Stylish dan Tidak Berlebihan
- 10 Tahun Kudeta Turki, Ketika Demokrasi Berubah Arah
- Mensos Sebut Penyaluran Bansos Akan Lewat Kopdes Merah Putih
- Sego Wiwit yang Sulit Dijumpai, Kuliner Khas Yogya dan Simbol Syukur Petani