AS Serang Iran Lagi Usai 2 Prajuritnya Tewas Kena Rudal
Waktu:2026-07-30 08:29:06 Sumber:HiburanDibaca (143)

Amerika Serikat kembali menyerang Iran. Serangan itu diklaim sebagai balasan setelah dua prajurit AS tewas akibat serangan rudal balistik dan pesawat nirawak Iran di Yordania.
Dilansir Al-Jazeera, Minggu , militer AS menyatakan telah memulai serangan udara baru terhadap Iran untuk 'dengan cepat menghukum' negara itu karena telah membunuh anggota militer Amerika.
"Serangan-serangan ini dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz dan dengan cepat menghukum pasukan Garda Revolusi Islam yang melancarkan serangan terhadap anggota militer Amerika di Yordania tadi malam," kata Komando Pusat AS dalam sebuah unggahan di X.
CENTCOM mengumumkan sebelumnya bahwa dua anggota militer AS tewas dan satu hilang dalam pertempuran. Ini menandai korban jiwa militer Amerika pertama akibat tembakan Iran sejak Maret.
"Dua anggota militer AS tewas saat pasukan AS dan sekutu bertahan dari serangan rudal balistik dan pesawat tak berawak Iran," demikian keterangan CENTCOM.
Sementara itu, empat personel lainnya telah dievakuasi ke rumah sakit di Yordania untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas prajurit AS yang tewas maupun rincian operasi pencarian terhadap personel yang hilang.
Sebelumnya, Iran mengancam akan melanjutkan 'operasi serangan berskala penuh' jika AS terus melancarkan gelombang serangan terhadap negara tersebut. Ancaman tersebut, seperti dilansir AFP dan Egypt Independent, dilontarkan oleh seorang pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran , Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, yang juga penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
"Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh," tegas Rezaei dalam wawancara yang dikutip lembaga penyiaran negara IRIB pada Jumat waktu setempat.
"Iran tidak akan lagi membatasi diri pada tindakan pembalasan, respons yang sepadan... Tidak akan ada batas politik yang aman dari kekuatan serangan Iran," ujarnya.
Rezaei menambahkan bahwa AS seharusnya membayar ganti rugi finansial atas tindakan yang oleh para pejabat Iran disebut sebagai serangan terhadap infrastruktur sipil. Washington telah membantah dengan sengaja menargetkan fasilitas sipil Teheran.
Lihat juga Video: AS Hancurkan Jembatan di Iran, Termasuk Kejahatan Perang?
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Vonis Tiga Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Keluarga Kecewa, Merasa Belum Adil
Selanjutnya: Komisi III DPR Bentuk Panja Awasi Kasus yang Bikin Febrie Adriansyah Tersangka
Mungkin Anda suka
- Imbas WNI Kabur Saat Tur, Kemudahan Visa Korea Selatan Berpotensi Dikaji Ulang
- Jalan Raya Pos: Warisan Daendels yang Masih Membentang di Pulau Jawa
- Seskab: Pemerintah Targetkan Renovasi 400.000 Rumah Tidak Layak Huni Tahun Ini
- Pria Nganjuk yang Dikubur di Halaman Rumah Dibunuh Anak Angkat dan Pacarnya
- Butuh Waktu Berapa Lama Membuat Satu Truk Isuzu?
- Sari Yuliati Puji Implementasi Biodiesel B50 Wujudkan Kemandirian Energi
- Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ditangkap Tak Jauh dari Sekolah
- Andre Rosiade ke Hotman: Jangan Kaitkan Kasus Febrie dengan Presiden Prabowo
- Oknum Polisi Rampok Toko Emas di Tapaktuan Pakai Senpi, Polda Aceh Sebut Motif Tekanan Ekonomi