Update Korban Balon Gas Meledak di Bali, Tiga Orang Masih Dirawat
Waktu:2026-07-30 08:26:38 Sumber:BisnisDibaca (143)

Tiga korban balon gas meledak saat peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Kabupaten Klungkung, Bali masih menjalani perawatan di RSUD Klungkung pada Senin (20/7/2026).
Sebelumnya diketahui, insiden yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) siang itu mengakibatkan 11 orang dibawa ke rumah sakit. Namun, beberapa orang telah diperbolehkan pulang.
Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa, mengatakan total ada 11 korban yang awalnya mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Dari 11 pasien yang datang kemarin, tiga orang masih menjalani rawat inap. Sisanya sudah mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang," ujarnya, Senin (20/7/2026), dilansir dari TribunBali.
Salah Satu Pasien Anak-anak
Dari tiga orang yang masih dirawat, salah satunya adalah seorang anak berusia enam tahun.
Anak tersebut mengalami luka bakar pada wajah dan beberapa bagian tubuh sehingga masih membutuhkan observasi dan perawatan lanjutan.
Menurut Widiyasa, sejauh ini dokter spesialis bedah plastik masih melakukan evaluasi terhadap kondisi pasien, sehingga belum dapat dipastikan terkait keputusan tindakan operasi atau penanganan khusus lainnya.
"Dokter bedah plastik belum melakukan peninjauan, sehingga tindakan medis selanjutnya masih menunggu hasil evaluasi. Perkiraan masa perawatan sekitar satu minggu," jelasnya.
Sementara itu, salah seorang korban yang masih menjalani perawatan, I Ketut Upadana (43), mengaku masih merasakan nyeri akibat luka bakar yang dialaminya.
Warga Desa Besan tersebut mengalami luka pada wajah dan kedua tangan setelah berada di lokasi saat balon gas meledak.
Kronologi Kejadian
Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa menjelaskan, kejadian bermula saat balon gas yang membawa banner pembukaan tidak dapat terbang karena beban banner yang terlalu berat.
Melihat kondisi tersebut, salah seorang warga berinisiatif membagikan balon kepada anak-anak yang berada di sekitar lokasi acara.
Namun, saat hendak melepaskan tali pengikat balon, warga tersebut menggunakan korek api untuk membakar tali yang masih terhubung dengan balon.
"Gas pada balon tersulut api sehingga terjadi ledakan yang mengenai warga serta anak-anak yang berada di sekitar lokasi kejadian," ungkap Alit, Senin, dilansir dari .
Akibat ledakan itu, sebanyak 11 orang mengalami luka bakar dengan tingkat cedera yang bervariasi. Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD Klungkung.
"Jumlah korban ada 11 orang. Peristiwa ini tidak dilaporkan resmi," ucapnya.
Sebelumnya: Dugaan Pemerasan Rp 1 Miliar ke Armuji, KORMI Surabaya Mediasi dengan Dispora Jatim
Selanjutnya: Aliansi MPR Pastikan Gelar Aksi Lanjutan Usai Demo di Jalan Medan Merdeka Selatan
Mungkin Anda suka
- Polisi Tunda Pemeriksaan Siswa Perakit Bom di Padang, Tunggu Pemulihan Psikologis
- Beige Flag vs Red Flag, Apa Bedanya dalam Sebuah Hubungan?
- Sebulan di Meksiko, Rivera Kembali dengan Misi Baru di Persebaya
- Jember Fashion Carnaval 2026 Bakal Digeler 24-26 Juli, Angkat Tema HEAL
- Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam
- Apa Itu GASS? Empat Keunggulan Teknologi Dual Mode BYD yang Perlu Diketahui
- Alasan Nama Bayi Muhammad MBG Subianto di Wonosobo Tak Bisa Dicantumkan di Akta Kelahiran
- Transaksi KDMP di Jatim Tembus Rp 21 Miliar, Khofifah Targetkan Tingkatkan Produktivitas
- Pelaku Bom Rakitan di Padang Belajar dari Internet, Polisi Tegaskan Bukan Jaringan Teror dan “Lone Wolf”