Transformasi Pelabuhan Dipercepat, Kemenhub Andalkan Green Smart Port
Waktu:2026-07-30 08:28:50 Sumber:HiburanDibaca (143)

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pelabuhan sekaligus memperkuat daya saing sektor transportasi nasional.
"Ke depan, tidak hanya transportasi laut, tetapi juga moda transportasi lainnya akan kami dorong untuk menerapkan nilai-nilai ASRI agar transformasi menuju sistem transportasi yang berkelanjutan dapat berlangsung lebih cepat," katanya.
WIKIMEDIA COMMONS/TIKET2 Ilustrasi pelabuhan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Dudy, pengembangan pelabuhan hijau juga selaras dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sistem logistik yang andal dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan distribusi pangan berlangsung cepat, efisien, dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pelabuhan memiliki posisi strategis dalam menjaga kelancaran distribusi barang, khususnya komoditas pangan.
"Pelabuhan bukan hanya menjadi tempat bongkar muat, tetapi juga simpul utama dalam sistem logistik pangan nasional. Perannya sangat menentukan kelancaran pasokan, menekan disparitas harga, dan menjaga stabilitas pangan," ujar Zulhas.
Ia menilai transformasi sektor logistik harus terus dipercepat agar mampu menjawab tantangan perkembangan ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap penerapan prinsip keberlanjutan, pemerintah kembali memberikan Penghargaan Green and Smart Port ASRI 2026 kepada delapan pelabuhan yang dinilai berhasil mengimplementasikan aspek efisiensi operasional, digitalisasi, tata kelola, dan pengelolaan lingkungan.
Delapan pelabuhan penerima penghargaan tersebut yakni PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas–TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, dan Terminal Petikemas Bitung.
Kemenhub mencatat sejak 2019 hingga 2025 sebanyak 41 pelabuhan telah mengikuti asesmen green and smart port, sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi pelabuhan nasional menuju sistem logistik yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Sebelumnya: Menggila, Harga Tiket "Resale" Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 41 Miliar
Selanjutnya: Prediksi BMKG: Daftar Wilayah yang Berpotensi Hujan dan Angin Kencang Besok 20 Juli 2026
Mungkin Anda suka
- Prabowo Yakin RI Bangkit, Ini Pesannya buat yang Merasa Indonesia Suram
- Cara Nonton Argentina Vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Live Streaming dan TVRI
- Prihatin pada Fenomena Pelecehan Terhadap Supremasi Hukum
- RUU Bantuan Kematian Prancis Tunggu Putusan Dewan Konstitusi
- 3 Rekor Lionel Messi yang Pecah di Piala Dunia 2026
- FIFA Jual Rumput Lapangan Final Piala Dunia 2026, mulai Rp 8 Juta
- Kronologi ASN BPN Nias Tewas di Apartemen Medan, Polisi Ungkap Penyebab Kaki Korban Putus
- Jadi Tersangka dan Ditahan 2 Hari, Admin "TheKerupuk" Akhirnya Dibebaskan
- Terlibat Begal Motor, Pelajar SMP di Cianjur Ditangkap