Kemensos-Bank Mandiri Dorong Pemberdayaan UMKM Desa Karanganyar Borobudur
Waktu:2026-07-30 08:30:15 Sumber:HiburanDibaca (143)

Kementerian Sosial bersama Bank Mandiri mendorong pemberdayaan masyarakat Desa Karanganyar, Kec. Borobudur, Kabupaten Magelang. Upaya ini dilakukan melalui pemberian bantuan usaha sablon dari Kementerian Sosial, serta bantuan laptop dan pelatihan desain dari Bank Mandiri.
"Pada hari ini, untuk mendukung kelancaran program pemberdayaan sablon di Desa Karanganyar, Kemensos bersama Bank Mandiri berkolaborasi dengan Kepala Desa Karanganyar beserta masyarakat Karanganyar," ujar Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam keterangan tertulis, Sabtu .
Adapun Desa Karanganyar saat ini tengah mengembangkan potensi sebagai desa wisata. Terletak di dekat Candi Borobudur, desa wisata ini menawarkan wisata edukasi gerabah serta kuliner, kopi lokal dan produksi souvenir lokal.
Meski demikian, potensi tersebut belum berkembang dengan maksimal karena adanya keterbatasan modal, peralatan, keterampilan dan berbagai faktor lainnya.
Untuk memperkuat pemberdayaan UMKM, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan berupa paket usaha sablon di Desa Karanganyar. Bantuan yang diberikan berupa 2 printer DTF, 2 oven curing/heat press, 1 roll kain teflon, 1 buah laptop, 1 paket alat peralatan sablon, 3 PET film, 5 tinta DTF, 5 liter bubuk perekat dan 120 kaos polos katun 24 S pada Februari 2026.
Bank Mandiri juga menyerahkan bantuan berupa satu buah laptop. Selain itu, Bank mandiri juga akan memberikan pelatihan desain dan digital marketing kepada masyarakat Desa Karanganyar agar produk mereka lebih variatif dan dipasarkan secara lebih luas.
Senior Vice President Bank Mandiri, Sri Dono Indarto mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam upaya penguatan pemberdayaan di Desa Karanganyar.
"Alhamdulillah kami dari Bank Mandiri bisa berpartisipasi, dan tentunya kami juga sangat senang apabila bisa memperkuat pemberdayaan di masyarakat, khususnya di Sekitar Borobudur," katanya.
Dono berharap setelah mendapatkan bantuan, masyarakat sekitar bisa merasakan pengembangan dari segala ekosistem yang ada di Borobudur.
Sementara itu, Kepala Desa Karanganyar Suyatno mengungkapkan banyak warganya yang berprofesi sebagai penjual souvenir. Namun, mereka hanya mengambil barang dan menjualnya kembali.
Dengan peralatan sablon tersebut, Suyatno mengatakan warganya bisa memproduksi sendiri dan mendapatkan untung yang lebih besar. Karenanya, ia merasa bersyukur desanya mendapatkan bantuan usaha sablon.
"Terima kasih kepada Kementerian Sosial dan juga Bank Mandiri yang sudah ikut peduli kepada Desa kami untuk mengembangkan UMKM di bidang dan produksi kaos. Semoga ini bisa menjadi titik awal agar bisa menjadi kawasan produktif di Borobudur yang selama ini mereka pasif," pungkasnya.
Sebelumnya: Pemkab Banyumas Pastikan Gaji 3.818 PPPK Aman hingga Desember 2026 meski Dana Pusat Dipangkas
Selanjutnya: Pertamina Tambah Jam Operasional BBM di Aceh, Distribusi Dipercepat hingga 14 Jam
Mungkin Anda suka
- Pembangunan Tahap II IKN Dikebut, 16 Paket Siap Lelang
- Pabrik Dupa di Kampung Bayur Tangerang Kebakaran, 50 Personel Damkar Dikerahkan
- Pria di Lubuklinggau Bakar Rumah Mertua, 11 Rumah Hangus, Kerugian Rp 2 Miliar
- Daftar Lengkap 18 Rute BRT Bandung Raya, Konstruksi Jalur Khusus Bus Segera Dimulai
- Sindikat Cewek Open BO Pemeras ASN Paksa Korban Tunjukkan Saldo Rekening
- Richard Lee Pingsan di Lapas, Kuasa Hukum Ungkap Penyebabnya
- Pengunjung Nilai Konser Akbar Monas Jadi Sarana Kenalkan Budaya ke Anak
- WNI Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Armenia, Terduga Pelaku Juga WNI
- Pangdam Ungkap Alasan TNI Bangun Batalyon Teritorial di Tiap Kabupaten, Bukan Sekadar untuk Tempur