Melihat Keseruan Final Liga Aspal, Gang Sempit Menteng Dipadati Warga
Waktu:2026-07-30 08:25:29 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Suasana berbeda terlihat di salah satu gang di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (18/7/2026).
Gang yang sehari-hari dilalui warga itu berubah menjadi lapangan sepak bola sekaligus dipadati penonton yang menyaksikan laga final Liga Aspal.
Puluhan warga RW 08 Kelurahan Menteng memenuhi sisi lapangan untuk memberikan dukungan kepada anak-anak yang bertanding.
Sorak sorai penonton, termasuk ibu-ibu yang terus menyemangati para pemain, membuat suasana pertandingan layaknya sebuah stadion mini.
Ketua Karang Taruna RW 08 Menteng Andika Prasetia mengatakan, partai final mempertemukan Blue Lions dan Red Thunder FC yang seluruh pemainnya merupakan anak-anak dari lingkungan sekitar.
"Final ini memang sudah disiapkan. Semifinalnya sudah seminggu lalu, jadi panitia sudah mempersiapkan pertandingan ini dengan matang," kata Andika kepada Kompas.com di lokasi, Sabtu.
Turnamen Liga Aspal menggunakan sistem liga dengan batas usia maksimal 13 tahun.
Menurut Andika, aturan tersebut diterapkan agar kompetisi menjadi wadah pembinaan sepak bola bagi anak-anak sejak usia dini.
Panitia menyiapkan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan sebesar Rp 1 juta untuk tim juara.
Sejumlah warga juga turut menambah hadiah secara sukarela sebagai bentuk dukungan kepada para peserta.
Andika mengatakan, Liga Aspal bukan sekadar ajang mencari juara.
Turnamen ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang sepak bola.
"Tujuannya agar anak-anak semakin terfasilitasi dan ke depannya bisa menjadi anak-anak yang berprestasi," ujarnya.
Menurut dia, antusiasme masyarakat terus meningkat sejak kompetisi dimulai hingga babak final.
Dukungan tidak hanya datang dari warga RW 08, tetapi juga dari berbagai pihak di luar lingkungan tersebut.
"Support warga luar biasa. Dukungan juga datang dari banyak pihak, jadi antusiasmenya benar-benar besar," tutur Andika.
Sebelumnya: Sebulan Tuntas, Jembatan Bailey Wih Kanis Pulihkan Akses Aceh Tengah
Selanjutnya: Kekeringan Landa Cigudeg Bogor, Ribuan Warga hingga Puskesmas Krisis Air Bersih
Mungkin Anda suka
- Jaga Jakarta On The Spot, Polres Jaksel Serap Aspirasi dan Bagi Bansos
- Benarkah Biaya Perawatan Motor Listrik Lebih Murah daripada Motor Bensin?
- 2 Korban KM Nurul Salsa Tenggelam Sempat Mengapung Pakai Gabus Bareng 3 Mayat
- Polisi Tangkap 3 Penadah Saat Buru Pencuri Motor di Karawang
- Mahasiswa King's College London Minta RUU Perampasan Aset Dibahas Secara Cermat
- BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Sumut dan Sulsel Meski Lagi Kemarau
- Menjaga Kemilau Batu Akik di Pasar Rawa Bening, Surganya Para Kolektor
- 2 Korban KM Nurul Salsa Tenggelam Sempat Mengapung Pakai Gabus Bareng 3 Mayat
- Gugur Dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, Serda Hengki Pernah 15 Tahun Tugas di Timika