Pemkab Buleleng Berencana Gabung 4 Sekolah demi Efektivitas Pendidikan
Waktu:2026-07-30 08:27:07 Sumber:HiburanDibaca (143)

Menurut Surya, jika jumlah penduduk usia sekolah di suatu wilayah masih membutuhkan keberadaan sekolah sesuai standar pelayanan minimal (SPM), maka sekolah tersebut akan tetap dipertahankan.
Namun, jika dalam beberapa tahun jumlah siswanya terus menurun, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang dipertimbangkan dalam kebijakan regrouping.
"Yang akan kami regrouping itu sekolah-sekolah yang berdekatan atau satu area. Jadi bisa kami melakukan efektivitas dengan cara satu manajemen," kata Surya Bharata.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat empat sekolah yang sedang dikaji untuk digabung. Kajian tersebut sebelumnya telah dibahas bersama DPRD Buleleng.
Empat sekolah yang masuk dalam kajian berada di wilayah Sambirenteng, Joanyar, Banjarasem, dan satu sekolah lainnya yang masih dalam pembahasan.
"Pada awalnya kami ada empat dan kajiannya sudah masuk. Nanti kami tunggu untuk dapat dijadikan prioritas regrouping,” ucapnya.
Surya Bharata menambahkan, proses regrouping juga mempertimbangkan kesiapan administrasi sekolah, termasuk penerbitan ijazah bagi siswa agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Di sisi lain, Disdikpora mencatat masih terdapat sejumlah sekolah yang menerima peserta didik baru dalam jumlah minim pada tahun ajaran 2026/2027.
Secara umum, jelas dia, sekolah dengan jumlah siswa di bawah 20 orang dikategorikan minim.
Untuk jenjang SD, standar jumlah siswa per rombongan belajar yang ditetapkan dalam SPM adalah 28 siswa. Sementara SMP sebanyak 32 siswa dan PAUD sebanyak 15 siswa.
"Kalau sekarang ada di bawah itu ya kami masih wajar. Tetapi kalau jauh di bawah standar, memang minim," katanya.
Menurut Surya Bharata, minimnya jumlah siswa di sejumlah sekolah lebih banyak dipengaruhi sedikitnya jumlah penduduk usia sekolah di wilayah tersebut, bukan karena sekolah tidak diminati masyarakat.
Ia mencontohkan, beberapa sekolah yang menerima sekitar 15 hingga 20 siswa tetap melayani masyarakat karena menjadi satu-satunya sekolah yang berada dekat dengan tempat tinggal siswa.
Sebelumnya: Kebakaran Sabana Labuan Bajo Meluas, Petugas Fokus Padamkan Api Dekat Hotel
Selanjutnya: Wamenaker: Pemerintahan Prabowo Hadir Berikan Solusi Nyata Bagi Kaum Buruh
Mungkin Anda suka
- Viral Pungutan Parkir Saat Antre BBM di SPBU Dharmasraya, Dishub Tegaskan Itu Hanya Sosialisasi
- Cara Menyimpan Kentang Agar Tidak Cepat Rusak dan Awet Berbulan-bulan
- Kepergok Main Game Saat Rapat, Camat Madiun Ngaku Buat Hilangkan Penat
- RUU Daerah Kepulauan Bakal Koreksi Pembangunan Berorientasi Daratan
- Jelang HUT Ke-81 RI, Jalur Terdampak Bencana Sumatera Mulai Pulih
- Promo Indomaret 21 Juli 2026, Air Mineral Cup 1 Karton Cuma Rp 26.500
- Candu Judol Pangreh Praja
- Polisi Tangkap 3 Penadah Saat Buru Pencuri Motor di Karawang
- Sindikat Cewek Open BO Pemeras ASN Paksa Korban Tunjukkan Saldo Rekening