Ini Alasan Pemilik BMW Sering Telat Mengetahui Oli Berkurang
Waktu:2026-07-30 08:25:19 Sumber:BisnisDibaca (143)

Pemilik bengkel spesialis BMW Esa Motor di Ciganjur, Jakarta Selatan, Asep Kurnia, mengatakan, sistem peringatan pada BMW sebenarnya sudah cukup informatif. Hanya saja, banyak pengguna yang belum memahami arti notifikasi yang muncul di panel instrumen.
Kompas.com/Donny Fitur unggulan BMW i7
Notifikasi Tidak Selalu Muncul Terus
“Cuma masalahnya, terkadang orang tidak paham arti notifikasinya. Kedua, notifikasi ini tidak muncul terus-menerus,” ujar Asep, kepada Kompas.com, belum lama ini.
Menurut Asep, sebagian besar notifikasi terkait kondisi kendaraan hanya muncul beberapa saat ketika kontak dinyalakan atau mesin pertama kali dihidupkan, terutama pada pagi hari.
Kondisi tersebut membuat banyak pemilik mobil tidak menyadari adanya peringatan karena tidak memperhatikan panel instrumen sejak awal.
Kompas.com/Donny Esa Motor, bengkel spesialis BMW di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan
Sering Terlewat saat Memanaskan Mobil
Asep menjelaskan, kebiasaan sebagian pengguna yang langsung keluar dari mobil setelah menyalakan mesin menjadi salah satu penyebab notifikasi penting terlewat.
“Padahal, saat itulah notifikasi muncul sebentar lalu hilang lagi, sehingga orang tidak tahu kalau air radiator, oli mesin, air wiper kurang, atau ada lampu yang mati,” kata Asep.
DOK. tangkapan layar TikTok Jakarta Feed. Seorang pengendara wanita mobil BMW M4 adu kencang kendaraannya dengan Kereta Cepat Woosh di Tol Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ), Kota Bekasi.
Karena itu, pemilik BMW disarankan meluangkan waktu beberapa detik untuk memperhatikan panel instrumen setelah mesin dinyalakan. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mendeteksi potensi masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
“Nah, biasanya pagi-pagi. Kalau mobil yang pakai sopir pribadi biasanya lebih terpantau, karena sopir biasanya langsung sadar kalau ada notifikasi oli atau air radiator kurang,” ujarnya.
Sebelumnya: Kemenhaj Siapkan Payung Hukum Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah
Selanjutnya: Prabowo: Kita Tidak Mau Jadi Bangsa yang Santai, Indonesia Sedang Bangkit
Mungkin Anda suka
- Kelanjutan Kasus Febrie Adriansyah, Polri Minta Masyarakat Percaya Pada Kejagung
- Andre Rosiade ke Hotman: Jangan Kaitkan Kasus Febrie dengan Presiden Prabowo
- Trump Cawe-cawe Taktik Inggris, Harry Kane Harusnya Tak Jadi Bek
- Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual di USU Buat Laporan Polisi, Polda Sumut : Ini Delik Aduan
- Kata Mbappe soal Jadi Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia tapi Perancis Kalah 6-4 dari Inggris
- Akhir Pelarian 'Taufik Hidayat' Cikarang
- Dunia Bergejolak, Korsel Berupaya Raup Untung Besar dari Senjata
- Dulu Ambil Air Pakai Ember, Kini Petani NTT Panen Dua Kali Setahun
- Rekap Hasil Japan Open 2026: Debut Manis Ubed, 4 Wakil Indonesia Lolos