ABK Kapal Tanker MT Alejandro Dievakuasi Darurat di Pangkalbalam, Alami Sesak Napas Saat Berlayar
Waktu:2026-07-30 09:12:47 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Anak buah kapal (ABK) kapal tanker MT Alejandro menjalani evakuasi darurat dalam pelayaran di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Pasien yang diketahui bernama Syahrul Achmad, pemuda berusia 22 tahun ini dilaporkan mengalami nyeri dada sebelah kanan disertai sesak napas yang parah saat kapal sedang berada di area on board alur pelayaran.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika menyampaikan bahwa informasi mengenai kondisi darurat medis (Medevac) ini pertama kali diterima oleh Kansar Pangkalpinang pada pukul 15.33 WIB dari Hamdan, perwakilan agen kapal MT Alejandro.
"Berdasarkan laporan kronologi awal, kapal tanker MT Alejandro sedianya bertolak dari Pelabuhan Tanjung Uban pada 8 Juli 2026 dan dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Pangkalbalam pada 14 Juli 2026 pukul 18.30 WIB. Namun, akibat kondisi air laut yang sedang surut, kapal tertahan dan tidak dapat memasuki alur pelayaran," kata Mikel pada awak media, Sabtu (18/7/2026).
Mikel menyampaikan, saat kapal masih tertahan di alur pelabuhan, salah satu ABK mengalami sesak napas akut sehingga rekan korban segera menghubungi pihak SAR untuk evakuasi darurat pada Jumat (17/7/2026).
Merespons laporan tersebut, Kansar Pangkalpinang langsung menggerakkan tim rescue pada pukul 15.51 WIB menuju Pelabuhan Pangkalbalam.
Setibanya di sana, tim penyelamat langsung berkoordinasi dan bergerak bersama unsur gabungan dari Ditpolairud Polda Babel, Balai Karantina Kesehatan (BKK) Pangkalpinang, dan KSOP Pangkalbalam menggunakan KP 3001 Satam milik Ditpolairud.
Meskipun dihadapkan dengan kondisi cuaca berawan serta hembusan angin tenggara berkecepatan 13 knots dan tinggi gelombang mencapai 0,7 meter, tim SAR gabungan berhasil merapat di lambung kapal MT Alejandro pada pukul 17.46 WIB.
"Tim medis dari BKK Pangkalpinang langsung melakukan pemeriksaan awal di atas kapal guna memastikan kondisi pasien stabil sebelum dipindahkan," ujar Mikel.
Ia memastikan bahwa proses evakuasi berjalan aman dan lancar. Pada pukul 18.14 WIB, pasien berhasil dipindahkan ke kapal rescue dan dibawa menuju dermaga Polairud.
Tim SAR gabungan tiba di pelabuhan pada pukul 18.51 WIB dengan mobil ambulans telah bersiap untuk langsung melarikan pasien ke Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang demi mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Setelah seluruh proses evakuasi dipastikan selesai dan pasien telah ditangani pihak rumah sakit, unsur SAR gabungan menggelar debriefing pada pukul 19.02 WIB.
Operasi SAR Medevac ini secara resmi diusulkan untuk ditutup, dan seluruh personel serta alut yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Operasi ini ditunjang dengan pemanfaatan teknologi komunikasi satelit Starlink untuk memastikan koordinasi tanpa hambatan di laut.
Sebelumnya: Polda Sumsel Ungkap Sindikat Penipuan Website Palsu Bhayangkara Run 2026
Selanjutnya: Syarat Beasiswa Bright 2026, Ada Biaya UKT Penuh, Tunjangan Bulanan dan Asrama
Mungkin Anda suka
- Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion
- Habiburokhman Jadi Ketua Panja Terkait Kasus Febrie Adriansyah
- Bobby Akan Bangun Gudang Logistik di Nias, Jaga Pasokan Barang Saat Cuaca Buruk
- Dulu Ambil Air Pakai Ember, Kini Petani NTT Panen Dua Kali Setahun
- Kantor Hotman Paris di Kelapa Gading Digeruduk Massa Demo
- Promo Superindo Hari Ini 18 Juli 2026, Telur Premium Mulai Rp 20.000-an
- 10 Hidangan Nasi Terenak di Indonesia Versi TasteAtlas, Ada Favoritmu?
- Diam-diam Depo Kontainer Menjamur di Permukiman Rorotan, Pemkot Jakut Temukan 31 Lokasi
- Terima Kunjungan Dubes Houssaini, Megawati Diundang ke Maroko