PetroChina Bangun Jalan Beton 1,96 Km di Geragai, Akses Warga Membaik
Waktu:2026-07-30 08:25:49 Sumber:WisataDibaca (143)

Akses Warga dan Distribusi Hasil Perkebunan
Setelah jalan selesai dibangun, akses masyarakat dinilai menjadi lebih aman dan nyaman. Perbaikan infrastruktur tersebut juga diharapkan mendukung kelancaran mobilitas warga serta distribusi hasil perkebunan.
Salah seorang warga, Sutrisno, mengatakan kondisi jalan sebelumnya menjadi hambatan bagi masyarakat, terutama petani yang mengangkut hasil panen.
"Dulu lubangnya besar-besar. Kalau hujan air menggenang sampai sulit diketahui mana lubang dan mana badan jalan," kata Sutrisno.
"Mobil pengangkut sawit harus berjalan pelan, bahkan kadang kesulitan melintas. Saat kemarau, debunya juga sangat tebal. Sekarang masyarakat senang karena jalannya sudah dibeton sehingga lebih aman dan nyaman dilalui," lanjutnya.
Pemerintah Harapkan Pembangunan Berlanjut
Camat Geragai Iduar Aidi mengapresiasi kontribusi SKK Migas-PetroChina International Jabung Ltd. yang dinilai membantu pembangunan infrastruktur daerah di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
Menurut dia, kolaborasi dengan dunia usaha memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan daerah, khususnya infrastruktur yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.p
"Program seperti ini sangat membantu pemerintah daerah," kata Iduar.
"Kami berharap pembangunan jalan dapat terus dilanjutkan secara bertahap sehingga akses di wilayah Geragai semakin baik dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," lanjutnya.
Ia juga berharap pembangunan infrastruktur dapat terus berlanjut sehingga konektivitas antarwilayah semakin baik, distribusi hasil perkebunan masyarakat semakin lancar, serta aktivitas perekonomian masyarakat terus meningkat.
Melalui program PPM tersebut, PetroChina International Jabung Ltd. bersama SKK Migas menyatakan terus berkomitmen mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah operasinya melalui program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebelumnya: Viral Warung Lontong di Pati Ditarik Retribusi Rp 840.000, DPUTR: Bukan Tarif Setahun
Selanjutnya: KPK Sebut Mahalnya Ongkos Politik Jadi Pemicu Korupsi Kepala Daerah
Mungkin Anda suka
- Pemuda Madiun Kabur Saat Tur Korsel, Ibunda Ditagih Rp 50 Juta
- Lansia Asal Sragen Terkena Peluru Nyasar Tetangganya, Meninggal Dunia Setelah Dirawat
- Warga Pecantilan Cirebon Tak Minta Pindah Provinsi ke Jateng, Hanya Butuh Jembatan Layak
- Hasil Semifinal Japan Open 2026: Putri KW Kandas, Kena Tikung Akane
- Pencarian 25 Korban KM Nurul Salsa yang Hilang Diperluas hingga 448 Mil Laut Persegi
- Di Balik Keputusan Anak Mondok, Orangtua Jaga Kepercayaan di Tengah Bayangan Kasus Kekerasan Seksual
- Wapres AS Sebut Ada Pihak di Israel yang Ingin Perang Terus Berlanjut
- Panen Raya Bersama TNI, Prabowo Sapa-Salam Petani Tebu di Malang
- Mengapa Teror di Sekolah Kian Muncul? Sosiolog UNP Soroti Persoalan Lingkungan Sosial yang Tak Sehat